AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam https://journal.stitalhilalsigli.ac.id/index.php/azkia <p><strong>Azkia</strong> : jurnal aktualisasi Pendidikan Islam yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli, Aceh. Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian dan studi tentang Pendidikan Agama Islam. Artikel yang dimuat dalam jurnal Azkia adalah hasil penelitian atau pemikiran bidang Pendidikan Agama Islam yang dilakukan oleh peneliti, guru, dan praktisi pendidikan. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Juli dan Desember.</p> Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hilal Sigli Aceh- Indonesia en-US AZKIA : Jurnal Aktualisasi Pendidikan Islam 1907-5553 STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI PESERTA DIDIK https://journal.stitalhilalsigli.ac.id/index.php/azkia/article/view/742 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multiple intelegences dalam rangka mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan multiple intelegences dalam pembelajaran PAI memungkinkan guru untuk menyesuaikan metode, media, serta aktivitas pembelajaran dengan karakter kecerdasan yang yang berbeda-beda pada peserta didik. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar, kreativitas, dan pemahaman keagamaan secara lebih mendalam. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis multiple intelegences dapat menjadi alternatif strategi inovatif untuk menciptakan suasana pembelajaran yang humanis dan berpusat pada peserta didik</p> Dahniar Dahniar Copyright (c) 2025 Dahniar Dahniar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 20 2 1 12 10.58645/azkia.v20i2.742 PESANTREN DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: KAJIAN UNDANG -UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2019 TENTANG MUTU, AKSES, DAN KEMANDIRIAN https://journal.stitalhilalsigli.ac.id/index.php/azkia/article/view/744 <p>Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren merupakan tonggak penting dalam pengakuan negara terhadap pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis kedudukan pesantren dalam sistem pendidikan nasional serta menganalisis implikasi undang-undang tersebut terhadap jaminan mutu lulusan, akses pendidikan dan dunia kerja, serta kemandirian pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 memberikan legitimasi hukum yang kuat bagi pesantren tanpa meniadakan karakter, tradisi, dan otonomi keilmuannya. Pembentukan Majelis Masyayikh sebagai lembaga penjaminan mutu menegaskan kesetaraan kualitas lulusan pesantren dengan pendidikan formal lainnya, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Di sisi lain, undang-undang ini juga menegaskan prinsip kemandirian pesantren dengan membatasi intervensi negara pada fungsi afirmasi dan fasilitasi. Dengan demikian, regulasi ini tidak hanya memperkuat posisi pesantren dalam kerangka pendidikan nasional, tetapi juga memastikan keberlanjutan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam berbasis tradisi yang relevan dengan dinamika sosial dan kebijakan nasional</p> Marsya Zahra Chairifa Copyright (c) 2025 Marsya Zahra Chairifa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 20 2 13 20 10.58645/azkia.v20i2.744 SEJARAH SOSIAL PENDIDIKAN ISLAM MASA SAHABAT: KONSTELASI POLITIK, TRADISI BELAJAR, DAN KARYA INTELEKTUAL https://journal.stitalhilalsigli.ac.id/index.php/azkia/article/view/745 <p>Penulisan ini mengkaji sejarah sosial pendidikan Islam pada masa sahabat dengan fokus pada tiga aspek utama: konstelasi politik, tradisi belajar, dan karya intelektual para sahabat. Pada masa sahabat besar yang berlangsung sekitar 30 tahun, wilayah Islam telah meluas dan materi pelajaran yang diajarkan pun berbeda dengan masa Nabi. Pendidikan Islam sudah berkembang dengan munculnya ilmu-ilmu bahasa dan filsafat, dengan tujuan untuk melanjutkan dan mempertahankan apa yang sudah dicapai pada masa Nabi dan mewariskan nilai serta budaya Islami kepada generasi selanjutnya. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami fenomena tersebut dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis library research, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber tertulis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk menghasilkan narasi yang sistematis dan logis. Hasil penulisan menunjukkan bahwa konstelasi politik pada masa sahabat, meskipun dinamis, tidak menjadi penghalang signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Sebaliknya, tradisi belajar yang kuat, seperti majelis ilmu di masjid dan rumah, menjadi pusat transfer pengetahuan. Tradisi ini kemudian melahirkan karya-karya intelektual yang monumental, menjadi warisa berharga bagi generasi berikutnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam pada masa sahabat merupakan sebuah ekosistem yang mandiri, di mana ilmu pengetahuan berkembang dalam harmoni dengan kondisi sosial dan politik saat itu</p> Nabila Auliya Rahma Kafilaturrahmah Dwi Puspitarini Matkur Copyright (c) 2025 Nabila Auliya Rahma, Kafilaturrahmah, Dwi Puspitarini, Matkur https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 20 2 21 32 10.58645/azkia.v20i2.745 KORELASI METODOLOGI PENELITIAN DALAM PERSPEKTIF METODOLOGI STUDI ISLAM https://journal.stitalhilalsigli.ac.id/index.php/azkia/article/view/746 <p>Metodologi studi Islam adalah seperangkat metode ilmiah yang sistematis untuk mempelajari dan mengkaji Islam baik secara normatif maupun historis perwujudan dalam praktik dan pemikiran. Metodologi studi islam merupakan cabang khusus dari metodologi penelitian umum yang mengadaptasi dan mengembangkan metode-metode penelitian untuk mengkaji ajaran, sejarah dan praktik islam secara ilmiah. Metodologi studi islam menggunakan kerangka penelitian ilmiah yang ada seperti kualitatif dan kuantitatif tetapi menggabungkan juga metode tradisional yang unik dalam khazanah intelektual Islam seperti bayani burhani dan irfani untuk mencapai pemahaman yang mendalam.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pendekatan multidisiplin dalam praktiknya, studi Islam seringkali membutuhkan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan metodologi penelitian dari ilmu seperti sosiologi, antropologi, sejarah dan psikologi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang islam dalam berbagai konteks. Sedangkan metodologi penelitian adalah cara yang sistematis dan logis untuk melakukan penelitian guna memperoleh pengetahuan baru yang valid</p> NURLISMA Copyright (c) 2025 NURLISMA https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2025-12-31 2025-12-31 20 2 33 38 10.58645/azkia.v20i2.746